Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

BECIK KETITIK OLO ORA KETORO

BECIK KETITIK ALA ORA KETARA

 

Indonesiaku tanah subur rakyat nganggur,

Indonesiaku sawah rakyat kamu gusur.

 

Begitulah kiranya lirik lagu dari kawan SPI yang secara realitas memang itu terjadi. Tidak hanya kaum aktivis dan intelektual saja yang paham mengenai hal ini, tapi masyarakat awampun tahu tentang polemik rumit yang terjadi negeri kita tercinta Indonesia. Dari kasus bank Century yang berimbuh pada mata rantai yang panjang dan hamper tidak ada ujungnya, susno pun kena KPK pun kena, tapi mengapa bencana ini menguap begitu saja. Apakah peradilan kita tak mampu menangani kasus ini, kasus yang bagaikan rel kereta api ini, apakah pemerintahan kita saja yang bejat, yang hanya bisa memperalat rakyat dan mempermainkan birokrat ataukah pemerintah yang tidak kuasa mengendalikan kelompok konspirator negeri. Nampaknya orang baik di negeri ini sudah menghilang seperti Munir yang hilang, susno yang berkorban, rakyat yang jadi sasaran. Siapa yang harus bertanggung jawab pada korban Lapindo, apakah harus rakyat lagi yang mengumpulkan uang receh untuk menyelesaikan kasus Lapindo, seperti operasi bayi Bilkis atau koin untuk Prita. Kalau saya sebagai orang yang bertanggung jawab pasti malu kecuali jika orang tersebut sudah tidak memiliki urat malu.

Negeri yang kita cintai ini bagai koreng yang sudah tidak dapat disembuhkan dengan hanya bermodal revanol dan betadine, jika ingin lebih ekstrem oles saja alcohol 90 % itu saja bersifat sementara, satu sampai dua saja koreng itu tumbuh lagi. Seperti halnya KPK yang memberantas koruptor, hanya bersifat sementara setelah Antasari diduga terlibat dalam kasus pembunuhan, seakan KPK kehilangan satu taringnya. Munculah bibit baru korupsi, memang benar apa yang dikatakan kawan aktifis kita bahwa korupsi sudah membudaya/men-kultur disetiap lini kehidupan masyarakat kita. Contoh saja seleksi CPNS skala perbandingan 1 : 1.000.000. 1 untuk diterima dan 1.000.000 untuk yang mendaftar. Tak kalah pusing orang berduit ingin lihat anaknya sukses jadi PNS, walau otak nol tapi tetap nyelonong. Ingat pepatah orang menanam pasti menuai hasilnya, orang yang menanam keburukan pasti menuai hasil buruknya.

Yang paling hangat adalah kasus gayus tambunan. Negara dibikin bingung oleh orang tambun ini, bukan karena dia seorang Ilmuwan yang mirip Einsten yang teorinya hanya di mengerti oleh sedikit orang saja, melainkan dia hanyalah seorang koruptor yang menggondol uang rakyat ratusan triliun. Dalam sidangnya yang terakhir dia mengatakan bersedia untuk bergabung dalam jajaran kepolisian untuk menjaring ikan kecil dan memancing ikan besar, yang menjadi pertanyaan: (1) apakah setelah dia bergabung dengan kepolisian, benar-benar menjaring dan memancing; (2) apakah digunakan untuk korupsi lagi ataukah; (3) dia akan kabur. Mengingat perjalanan wisata gayus ke Bali hanya untuk menonton pertandingan voli dengan style rambut dan kacamata ala emo sreamo agar tidak terlihat media dan pembuatan paspor aspal dengan nama Sony Laksono. Siapakah actor intelektual di balik kasus gayus, sampai-sampai Presiden saja diam seribu bahasa, hanya penampakan kantung mata yang setiap hari membesar.

Perlukah kita membantai seluruh jajaran birokrasi busuk dan menggantinya dengan daun muda yang memiliki semangat Idealisme yang kuat tertanam dalam jiwa. Tampaknya tindakan barbarisme semacam itu tidak diperkenankan, mengingat falsafah hidup Bangsa adalah Pancasila dan Pancasila tidak memperkenankan hal itu (lihat sila 2 “kemanusiaan yang adil dan beradab”) . Dan apabila kita melakukan tindakan barbar itu berarti kita sama saja dengan Penyamun negeri ini yang tega membantai rakyatnya. Semboyan becik ketitik ala ketara sudah tidak berlaku lagi di Negeri ini, yang baik dihabisi dan yang buruk di amini, sehingga berubah kata pepatah tersebut menjadi becik ketitik ala ora ketara.

Mon, 17 Jan 2011 @11:17


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+2+0



RSS Feed

Copyright © 2017 budi dkk (085225529893) · All Rights Reserved